Jadi Miniatur Pemilu, Bawaslu Klungkung Monitoring Debat Pilkatos di SMPN 1 Banjarangkan
|
Semarapura, bawaslu Klungkung – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung melaksanakan monitoring pelaksanaan debat Pemilihan Ketua OSIS (Pilkatos) di SMP Negeri 1 Banjarangkan, Jumat (13/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan pendidikan demokrasi sejak dini di lingkungan sekolah.
Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih, menyampaikan bahwa institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi yang berintegritas kepada generasi muda. Menurutnya, pemilihan Ketua OSIS merupakan miniatur Pemilu di tingkat sekolah yang sarat dengan pembelajaran politik yang sehat dan partisipatif.
“Kami mengapresiasi seluruh rangkaian Pilkatos yang telah dilaksanakan secara demokratis, mulai dari tahapan kampanye, debat kandidat, pemungutan suara hingga penghitungan suara. Lingkungan pendidikan adalah pilar penting dalam membangun budaya demokrasi sejak dini,” ujar sang Ayu.
Ia menambahkan, pemahaman tentang kepemiluan menjadi sangat relevan mengingat dalam tiga tahun ke depan para siswa SMPN 1 Banjarangkan akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. Praktik berdemokrasi sejak bangku sekolah diharapkan mampu menjadi inspirasi serta membangun kesadaran politik yang bertanggung jawab di masa mendatang.
Lebih lanjut, Sang Ayu menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Bawaslu memiliki tugas melakukan pencegahan pelanggaran Pemilu serta penanganan sengketa proses Pemilu. Upaya tersebut dilakukan melalui identifikasi dan pemetaan potensi kerawanan, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu, termasuk melalui edukasi di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Banjarangkan, I Nengah Suradnya, menyambut baik kehadiran Bawaslu Klungkung dan menyatakan komitmennya dalam mendukung penguatan demokrasi melalui pendidikan politik yang sehat dan berintegritas di sekolah.
Dengan jumlah 593 siswa yang tersebar di 21 kelas, Suradnya menegaskan bahwa Pilkatos tidak boleh dianggap sebagai kegiatan seremonial semata.
“Pilkatos adalah pengejawantahan rasa nasionalisme melalui kebebasan berpendapat dan pengamalan nilai-nilai demokrasi. Semua yang tampil adalah saudara dan yang terbaik. Seluruh civitas akademika wajib berpartisipasi tanpa terkecuali,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Pilkatos menjadi salah satu langkah konkret untuk menanamkan jiwa nasionalisme, mencegah sikap apatis, serta menekan potensi golput pada Pemilu 2029 mendatang. Melalui Pilkatos, siswa belajar menyalurkan aspirasi sesuai hati nurani serta membangun benteng integritas dalam menentukan pilihan.
Dalam prosesnya, seluruh siswa dilibatkan secara aktif, mulai dari penyusunan logistik, pembuatan surat undangan memilih, surat suara, hingga perlengkapan lainnya yang berkaitan dengan proses pemungutan suara.
“Yang terpenting bukan hanya hasil akhir, tetapi proses pembelajaran demokrasi agar mindset demokrasi Pancasila tertanam sejak dini,” tambahnya.
Pemilihan Ketua OSIS dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026, dengan agenda debat kandidat dilaksanakan pada 13 Februari 2026 hari ini.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Klungkung berharap kesadaran dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, khususnya dunia pendidikan, semakin meningkat dalam menjaga serta memperkuat kualitas demokrasi, baik dalam tahapan Pemilu maupun di luar tahapan Pemilu.
Humas Bawaslu Klungkung