Konsoslidasi Demokrasi Bangun Pemilih Cerdas, Bawaslu Klungkung Sasar SMPN 3 Banjarangkan
|
Semarapura, Bawaslu Klungkung - Demokrasi yang kuat tidak dibangun dalam semalam. Ia tumbuh dari kesadaran, pengetahuan, dan nilai-nilai yang ditanamkan sejak usia sekolah. Berangkat dari semangat tersebut, Bawaslu Kabupaten Klungkung menggelar diskusi konsolidasi demokrasi bersama SMP Negeri 3 Banjarangkan pada Kamis (23/4), sebagai langkah konkret membentuk generasi pemilih yang kritis dan berintegritas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan demokrasi di luar tahapan Pemilu, sejalan dengan arahan Bawaslu RI agar jajaran di daerah aktif membangun dialog dengan pemangku kepentingan strategis, termasuk sektor pendidikan. Melalui forum ini, Bawaslu mendorong peran sekolah sebagai ruang edukasi politik yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam diskusi tersebut, Bawaslu Kabupaten Klungkung memaparkan sejumlah isu strategis yang berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi, seperti praktik politik uang, penyebaran informasi palsu (hoaks), serta pentingnya menjaga netralitas aparatur negara.
Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih, menegaskan bahwa pendidikan demokrasi sejak dini merupakan investasi penting dalam membangun kualitas Pemilu di masa depan.
“Sejak dini kita berikan pendidikan demokrasi agar siswa memahami nilai dan prinsip demokrasi dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bawaslu terus mendorong kegiatan sosialisasi di lingkungan sekolah melalui pendekatan interaktif, seperti diskusi di aula maupun kegiatan edukatif lainnya yang melibatkan siswa secara aktif.
Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Ida Ayu Ari Widhiyanthy, menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, Bawaslu memiliki mandat dalam pencegahan pelanggaran dan penyelesaian sengketa proses Pemilu.
Menurutnya, pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama dengan melibatkan masyarakat sebagai pengawas partisipatif.
“Keterbatasan jumlah pengawas menjadi alasan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan, dalam menolak praktik politik uang dan mengawal demokrasi,” jelasnya.
Kepala SMP Negeri 3 Banjarangkan, I Ketut Sudasma, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini dan menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung pendidikan demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Ia mengungkapkan bahwa sekolah memiliki program “guru tamu” yang dapat menjadi wadah kolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk Bawaslu, untuk memberikan edukasi kepada siswa.
“Kita berharap politik tidak menjadi ‘neraka’ karena salah memilih pemimpin. Jangan sampai karena uang, suara tergadaikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk sikap kritis dan integritas sebagai warga negara. Bawaslu Kabupaten Klungkung dijadwalkan kembali memberikan sosialisasi lanjutan pada 6 Mei 2026 mendatang, dengan pendampingan guru agar kegiatan berjalan tertib dan efektif.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Klungkung menegaskan komitmennya untuk terus membangun kesadaran demokrasi sejak dini, sekaligus mendorong kolaborasi berkelanjutan dengan dunia pendidikan guna menciptakan Pemilu yang berkualitas dan berintegritas di masa depan.
Humas Bawaslu Klungkung