Sekolah Jadi Basis Konsolidasi Demokrasi: Bawaslu Klungkung Dorong Edukasi Berkelanjutan bagi Siswa
|
Semarapura, Bawaslu Klungkung — Dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Klungkung menggelar kegiatan konsolidasi demokrasi bersama SMP Negeri 2 Banjarangkan pada Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih dan Ida Ayu Ari Widhiyanthy, sebagai bagian dari upaya membangun demokrasi yang kuat sejak dini melalui keterlibatan dunia pendidikan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh BPD Bali Cabang Klungkung sebagai mitra strategis, dengan fokus utama membahas agenda sosialisasi berkelanjutan bagi siswa, khususnya terkait kepemiluan serta literasi keuangan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah konkret dalam membangun generasi muda yang tidak hanya melek demokrasi, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan.
Dalam pemaparannya, Sang Ayu Mudiasih menegaskan bahwa pendidikan demokrasi sejak dini merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan pemilih yang berintegritas dan bertanggung jawab. Menurutnya, sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, termasuk pemahaman terhadap bahaya politik uang, hoaks, serta pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Melalui sosialisasi yang berkelanjutan, kami ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ida Ayu Ari Widhiyanthy menekankan bahwa Bawaslu memiliki mandat dalam melakukan pencegahan pelanggaran Pemilu melalui pendekatan partisipatif. Dengan keterbatasan sumber daya pengawas, keterlibatan dunia pendidikan menjadi sangat penting dalam memperluas jangkauan pengawasan serta membangun budaya demokrasi yang sehat. Ia juga menambahkan bahwa integrasi literasi keuangan dalam kegiatan ini menjadi nilai tambah yang relevan bagi generasi muda, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh praktik politik uang di masa depan.
Sementara itu, perwakilan BPD Bali Cabang Klungkung menyampaikan komitmennya dalam mendukung peningkatan literasi keuangan di kalangan pelajar melalui program edukasi yang berkelanjutan. Literasi keuangan dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang mandiri, kritis, dan tidak mudah terjebak dalam praktik-praktik yang merugikan, termasuk dalam konteks kepemiluan.
Kepala SMP Negeri 2 Banjarangkan, I Wayan Santika, menyambut baik kolaborasi ini dan menyampaikan bahwa pihak sekolah siap mendukung pelaksanaan program sosialisasi secara berkelanjutan melalui skema “guru tamu” yang telah berjalan. Program ini menjadi wadah efektif bagi siswa untuk mendapatkan wawasan langsung dari berbagai instansi.
Ia berharap sinergi antara Bawaslu, sektor perbankan, dan dunia pendidikan dapat memberikan dampak positif dalam membentuk karakter siswa yang cerdas, kritis, dan berintegritas, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Klungkung berharap terbangun kesadaran kolektif sejak dini dalam menjaga kualitas demokrasi, sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan sosial, politik, dan ekonomi di masa depan.
Humas Bawaslu Klungkung