Bawaslu Klungkung Gandeng SMPN 2 Banjarangkan, Perkuat Demokrasi dari Generasi Muda
|
Semarapura, Bawaslu Klungkung - Demokrasi yang kuat tidak lahir secara instan, tetapi dibangun sejak dini. Hal inilah yang mendorong Bawaslu Kabupaten Klungkung menggelar diskusi konsolidasi demokrasi bersama SMP Negeri 2 Banjarangkan, Senin (13/4), dengan melibatkan dunia pendidikan sebagai pilar penting pembentuk karakter pemilih masa depan.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kualitas penyelenggaraan Pemilihan Umum, khususnya pada masa di luar tahapan Pemilu. Diskusi ini merupakan bagian dari arahan Bawaslu RI agar jajaran di daerah aktif membangun dialog dengan pemangku kepentingan strategis, termasuk sektor pendidikan, sebagai upaya memperkuat demokrasi yang berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Kabupaten Klungkung memaparkan sejumlah isu strategis yang berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi, di antaranya praktik politik uang, penyebaran informasi palsu (hoaks), serta pentingnya menjaga netralitas aparatur negara.
Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih, menegaskan bahwa pemberian pemahaman demokrasi kepada siswa menjadi langkah penting dalam mempersiapkan generasi pemilih di masa depan.
“Sejak dini kita berikan pendidikan demokrasi agar siswa memahami nilai dan prinsip demokrasi dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bawaslu berupaya membangun kesadaran demokrasi sejak dini melalui kegiatan sosialisasi yang dapat dilaksanakan di lingkungan sekolah, seperti mengumpulkan siswa di aula untuk mengikuti program edukasi demokrasi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki peran sentral dalam membentuk karakter demokratis generasi muda. Penanaman nilai-nilai demokrasi yang berintegritas sejak dini dinilai sangat penting, sehingga kolaborasi antara Bawaslu dan satuan pendidikan menjadi langkah strategis dalam mencegah pelanggaran Pemilu, khususnya di luar tahapan.
“Lingkungan pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Ida Ayu Ari Widhiyanthy, menjelaskan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Bawaslu memiliki mandat untuk melakukan pencegahan pelanggaran serta penyelesaian sengketa proses Pemilu. Upaya tersebut dilakukan melalui pemetaan dan identifikasi potensi kerawanan, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif.
Ia menekankan bahwa pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama sebelum penindakan. Dengan keterbatasan sumber daya pengawas, Bawaslu mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan, untuk berperan aktif sebagai pengawas partisipatif serta menolak segala bentuk praktik politik uang.
Kepala SMP Negeri 2 Banjarangkan, I Wayan Santika, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini dan menyatakan dukungan terhadap penguatan demokrasi melalui pendidikan politik yang sehat dan berintegritas di lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan bahwa sekolah memiliki program “guru tamu” yang dilaksanakan pada pukul 06.45 hingga 07.30 WITA, sebagai ruang bagi berbagai instansi untuk memberikan sosialisasi kepada siswa. Kegiatan tersebut dapat dilakukan melalui sesi diskusi dan tanya jawab, baik di dalam kelas maupun di lapangan.
“Kita berharap politik tidak menjadi ‘neraka’ karena salah memilih pemimpin. Jangan sampai karena uang, suara tergadaikan,” ujarnya.
Ia juga berharap dukungan Bawaslu dalam meningkatkan pemahaman demokrasi siswa, sehingga tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk keterampilan dan sikap kritis generasi muda.
Menurutnya, siswa perlu dibekali pemahaman agar tumbuh menjadi warga negara yang berintegritas serta mampu berkontribusi dalam memperkuat demokrasi. Selain itu, pembentukan siswa sebagai pemilih cerdas menjadi bagian penting dalam menciptakan demokrasi yang berkualitas.
Ia berharap nilai-nilai demokrasi yang diperoleh siswa di sekolah dapat disebarluaskan hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga literasi demokrasi semakin meluas.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Klungkung berharap partisipasi dan kesadaran seluruh elemen masyarakat, khususnya dunia pendidikan, terus meningkat dalam menjaga dan memperkuat kualitas demokrasi, baik pada masa tahapan Pemilu maupun di luar tahapan.
Humas Bawaslu Klungkung