Bawaslu Rangkul Pegiat Pemilu, Ahli dan Akademisi Rancang Grand Design Pelatihan Pengawasan Masyarakat
|
Klungkung, Badan Pengawas Pemilihan Umum-Anggota Bawaslu Klungkung, Ida Ayu Ari Widhiyanty hadiri gelaran Bawaslu Republik indonesia yang melibatkan seluruh stakeholder termasuk pemantau pemilu, ahli dan akademisi dalam merancang grand desain pelatihan untuk masyarakat yang dilaksanakan dalam Diskusi Kelompok Terpumpun Penyusunan Grand Desain dan Konsep Pelatihan Masyarakat Berbasis Colalborative Learning di Kuta, Bali. Jumat (05/08).
"Bawaslu tidak bisa kerja sendirian. Kami membutuhkan masukan, gagasan dan kritik dari para pemantau pemilu, ahli dan akademisi," kata Anggota Bawaslu Lolly Suhenti saat membuka Diskusi Kelompok Terpumpun Penyusunan Grand Design dan Konsep Pelatihan Masyarakat Berbasis Collaboarative Learning di Kuta, Bali.
Koordinator divisi pencegahan, partisipasi dan hubungan masyarakat ini menambahkan, saat ini Bawaslu terus berupaya menyesuaikan collaborative learning atau era kerja kolaborasi dengan berbagai pihak. Bawaslu bergerak melakukan konsolidasi untuk membangun kesadaran kerja bersama. Pasalnya, tantangan dan hambatan untuk menciptakan pemilu yang bebas jurdil tidaklah mudah.
"Pertemuan ini merupakan sinergi untuk pastikan proses demokrasi tidak di luar jangkauan. Grand design ini harus dikawal dengan baik untuk lahirkan model pengawasan yang semakin baik," tuturnya.
Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan (Kapuslitbang diklat) Ibrahim Malik mengatakan, forum ini merupakan upaya Bawaslu menciptakan desain pelatihan peningkatan kapasitas bagi jajaran dan saksi partai politik dalam melakukan pengawasan.
"Semua masukan, gagasan dan kritik akan kami tampung dalam penyusunan grand design ini," ungkapnya.
Sementara Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda berharap Desain Pelatihan Pengawasan Masyarakat segera rampung. Pasalnya, saat ini sudah memasuki tahapan Pemilu Serentak 2024.
"Waktunya sudah mepet. Ini merupakan konsekwensi yang harus dilakukan. Diskusi ini baru awal implementasi, nanti akan dibicarakan lebih lanjut," ungkapnya saat menutup Diskusi Kelompok Terpumpun Penyusunan Grand Design dan Konsep Pelatihan Masyarakat Berbasis Collaboarative Learning di Kuta, Bali, Sabtu (6/8/2022).
Herwyn menjelaskan, pelatihan ini sebagai kontribusi Bawaslu kepada masyarakat dalam melakukan tugas pengawasan. Bawaslu tidak bisa bekerja sendirian. Maka membutuhkan kerjasama dengan masyarakat dan berbagai pihak untuk menciptakan pemilu yang bebas, jujur dan adil.
"Mudah-mudahan kolaborasi Bawaslu dengan pemangku kepentingan bisa berjalan dengan lancar. Perlu samakan visi dan misi dalam hadapi Pemilu Serentak 2024," ujarnya.
Penanggung jawab Pelatihan pengawasan untuk masyarakat Hanif Vidi Yuwono menjabarkan sejumlah masukan dari berbagai pihak yang hadir dalam diskusi. Diantaranya dalam pelaksanaan pendidikan pengawasan partisipatif, Bawaslu perlu masuk pada kelompok masyarakat yang belum tersentuh sebelumnya oleh pengawas pemilu. Lalu, dia menjelaskan Bawaslu perlu menyusun pelatihan saksi parpol minimal dua model yaitu, pelatihan secara tatap muka untuk audiens terbatas dan pelatihan saksi parpol yang juga bisa dipelajari oleh masyarakat secara umum dalam bentuk audio visual.
Selain itu, sambungnya, dalam pelaksanaan pelatihan masyarakat, Bawaslu perlu kerjasama dengan kementerian, lembaga atau stakeholder terkait yang berkenaan dengan kepemiluan secara ultrakolaboratif dan perhatikan pelibatan end usernya seperti pemantau dan parpol.
"Konsep pelatihan yang bisa dilakukan oleh Bawaslu jelang tahapan Pemilu serentak 2024, perlu difokuskan dengan konsentrasi materi pada tahapan kampanye, pengawasan dan pemantauan kampanye serta pungut hitung," ungkapnya.
Dikatakan Hanif, Puslitbangdiklat perlu menyusun pelatihan dengan skema sosiokultural kepada pengawas pemilu, saksi parpol, pemantau dan masyarakat yang mampu berikan motivasi dan menjaga antusiasme agar semangat pelaksanaan tugas pengawasan tetap terjaga.