Lompat ke isi utama

Berita

Bekali Pemilih Pemula, Bawaslu Klungkung Dorong Generasi Muda Jadi Pemilih Cerdas

1

Semarapura, Bawaslu Klungkung – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung terus mendorong penguatan pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Pendidikan Demokrasi kepada Pemilih Pemula yang digelar di SMKN 1 Klungkung, Selasa (18/8).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 siswa SMKN 1 Klungkung. Kepala SMKN 1 Klungkung, Sri Rejeki, S.Pd., M.Pd., membuka sekaligus menyambut kedatangan jajaran Bawaslu Kabupaten Klungkung dalam kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai demokrasi dan kepemiluan.

Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Ida Ayu Ari Widhiyanthy, dalam pemaparannya memberikan pengenalan mengenai penyelenggaraan Pemilu, mulai dari pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pemilu hingga aturan yang mengatur setiap tahapan.

Ia juga menjelaskan sejumlah hal yang diperbolehkan maupun dilarang dalam Pemilu. Menurutnya, pemahaman terhadap aturan menjadi penting bagi pemilih pemula agar dapat berpartisipasi secara cerdas sekaligus turut menjaga proses demokrasi tetap berjalan sesuai ketentuan.

Dayu Ari menyoroti masa kampanye dan masa tenang sebagai tahapan yang perlu mendapatkan perhatian. Pada tahapan tersebut, potensi terjadinya berbagai bentuk pelanggaran harus diwaspadai, salah satunya praktik politik uang (money politics).

“Pemilih pemula perlu mengetahui mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dalam Pemilu, sehingga nantinya dapat menjadi pemilih yang cerdas dan ikut mengawasi proses demokrasi,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih, menyampaikan materi mengenai pemilih pemula, termasuk persyaratan yang harus dipenuhi agar seseorang dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu.

Ia menekankan bahwa pemilih pemula memiliki posisi strategis dalam keberlangsungan demokrasi. Seiring bertambahnya jumlah generasi muda yang memasuki usia pemilih, kelompok tersebut akan menjadi bagian penting dari komposisi pemilih pada Pemilu mendatang.

“Pendidikan demokrasi perlu diberikan sejak dini agar pemilih pemula memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara, termasuk bagaimana menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab,” ujar Mudiasih.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Klungkung berharap pemilih pemula tidak hanya memahami teknis penggunaan hak pilih, tetapi juga memiliki kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam mengawal proses demokrasi.

Pendidikan demokrasi bagi generasi muda dinilai menjadi investasi penting dalam membangun budaya politik yang sehat, sekaligus membentuk pemilih yang kritis, berintegritas, dan mampu menolak berbagai bentuk praktik yang dapat mencederai demokrasi.

Humas Bawaslu Klungkung

Tag
Berita