Catatan Jurnalis Pemilu, Bawaslu Klungkung Hadiri Bedah Buku Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Dunia
|
Semarapura, Bawaslu Klungkung – Bawaslu Kabupaten Klungkung menghadiri kegiatan Bedah Buku “Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Dunia” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, pada Rabu (20/8).
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar masyarakat semakin memahami tugas-tugas Bawaslu melalui catatan yang ditulis para jurnalis Pemilu. Menurutnya, buku ini menjadi refleksi penting karena menggambarkan proses panjang penyelenggaraan Pemilu serentak 2024.
“Bawaslu membuka diri terhadap kritik dan saran sebagai bagian dari evaluasi agar pemilu ke depan semakin baik. Kami bersahabat dengan wartawan dan pemantau pemilu. Di Bawaslu disediakan ruang pertemuan untuk membahas seluruh isu kepemiluan bersama jurnalis, pemantau, maupun penyelenggara,” ujar Bagja.
Ia menambahkan, saat ini merupakan tahapan evaluasi dan perbaikan regulasi. “Kami sebagai penyelenggara akan mengikuti seluruh regulasi yang dibuat oleh DPR dan pemerintah,” imbuhnya.
Buku “Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Dunia” ditulis oleh 12 jurnalis media massa nasional, di antaranya Ahmad Satryo (RMOL), Dian Dewi Purnamasari (Kompas), Vitorio Mantalean (Kompas.com), Yakub Pryatama Widjayaatmaja (Media Indonesia), Febryan (Republika), Okto Rizki Alpino (Akurat.co), Adrian Taher Pratama (Tirto.id), Akbar Budi Prasetya (Todaynews.id), Dhanis Iswara (Telusur.co.id), Rusdiyono (InfoIndonesia.id), serta Negus Gibran Mayardhi (Caritahu.com).
Dalam diskusi bedah buku, Jurnalis RMOL Ahmad Satryo menyampaikan bahwa tulisan dalam buku tersebut merupakan fakta yang diperoleh selama meliput proses kepemiluan 2024. Sementara itu, Jurnalis Tirto.id Akbar Budi Prasetya menyoroti salah satu bagian berjudul “Bawaslu Sahabat Wartawan”.
“Judul itu bukan untuk menyanjung, melainkan fakta yang kami temukan di lapangan. Salah satu buktinya adalah ketika Bawaslu dinobatkan sebagai lembaga paling informatif dalam keterbukaan informasi tahun 2024,” ungkap Akbar.
Menurutnya, penghargaan tersebut menunjukkan komitmen Bawaslu dalam menjalin hubungan baik dengan media massa, dengan tetap menjunjung prinsip-prinsip keterbukaan informasi publik.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bawaslu Klungkung menegaskan komitmennya untuk terus terbuka terhadap masukan, menjalin sinergi dengan jurnalis dan pemantau, serta bersama-sama membangun demokrasi yang inklusif dan partisipatif.
Turut hadir dalam bedah buku Anggota Bawaslu Klungkung Sang Ayu Mudiasih, bersama seluruh staf Humas.
Humas Bawaslu Klungkung