Lawan Politik Transaksional Sejak Dini, Bawaslu Teken PKS dengan SMKN 1 Klungkung
|
SEMARAPURA, BAWASLU KLUNGKUNG - Sebelum generasi muda menggunakan hak pilihnya di bilik suara, mereka perlu dibekali keberanian untuk berkata tidak pada politik uang, sikap kritis terhadap informasi politik, serta kemampuan memilih pemimpin berdasarkan integritas dan kapasitas. Pesan inilah yang menjadi semangat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung dalam menggandeng SMK Negeri 1 Klungkung melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Senin (31/8).
Perjanjian Kerja Sama Nomor 010/HM.07.02/K.BA-07/08/2026 dan Nomor B.10.000.4.7.1/7768/SMKN1KLK/DIKPORA ditandatangani Ketua Bawaslu Kabupaten Klungkung, I Komang Supardika, bersama Kepala SMK Negeri 1 Klungkung, Sri Rejeki. Penandatanganan turut disaksikan Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Ida Ayu Ari Widhiyanthy dan Sang Ayu Mudiasih.
Ketua Bawaslu Kabupaten Klungkung, I Komang Supardika, mengatakan kerja sama dengan lembaga pendidikan merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun budaya demokrasi yang sehat, kritis, dan berintegritas.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memperluas ruang edukasi kepemiluan kepada siswa-siswi. Pemahaman demokrasi juga harus menyentuh generasi muda agar mereka memiliki kesadaran, kepedulian, dan keberanian untuk terlibat dalam pengawasan partisipatif,” ujar Supardika.
Menurutnya, demokrasi tidak cukup dijaga hanya dengan regulasi dan penegakan hukum. Fondasi demokrasi juga harus dibangun melalui pendidikan politik yang berkelanjutan. Sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk menanamkan nilai kejujuran, integritas, tanggung jawab, sekaligus membentuk karakter generasi muda sebagai warga negara yang memahami hak dan kewajibannya dalam kehidupan demokrasi.
Supardika menilai tantangan demokrasi saat ini juga terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya pilihan politik masyarakat banyak dipengaruhi oleh ideologi dan keyakinan politik, tantangan yang semakin menguat saat ini adalah politik transaksional yang dapat mendorong lahirnya perilaku pemilih pragmatis.
“Demokrasi membutuhkan pemilih yang mampu menentukan pilihan secara rasional, berdasarkan visi, kapasitas, dan integritas calon pemimpin, bukan karena kepentingan sesaat. Karena itu, pendidikan politik sejak dini menjadi investasi penting agar generasi muda tumbuh sebagai pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas,” tegasnya.
Ia menambahkan, tingginya angka partisipasi pemilih harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas partisipasi. Masyarakat tidak hanya perlu didorong untuk datang ke tempat pemungutan suara, tetapi juga dibekali kemampuan untuk menentukan pilihan secara sadar dan bertanggung jawab.
“Partisipasi yang tinggi tentu penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah kualitas dari pilihan itu sendiri. Kita ingin demokrasi melahirkan pemimpin berkualitas melalui pemilih yang memilih berdasarkan kesadaran, bukan karena tekanan ataupun transaksi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Klungkung, Sri Rejeki, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Bawaslu sejalan dengan upaya sekolah dalam membangun pendidikan karakter bagi siswa.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi siswa. Melalui sosialisasi dan edukasi dari Bawaslu, siswa diharapkan memahami pentingnya demokrasi serta mampu berperan sebagai pemilih pemula yang cerdas dan bertanggung jawab di masa mendatang,” ujarnya.
Sri juga menyampaikan bahwa SMK Negeri 1 Klungkung saat ini tengah melaksanakan pemilihan OSIS. Momentum tersebut dinilai menjadi ruang yang tepat untuk mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi secara langsung di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah membuka kesempatan bagi Bawaslu Kabupaten Klungkung untuk memberikan materi terkait kepemimpinan dan demokrasi dalam rangka memperkuat pemahaman siswa mengenai proses pemilihan yang jujur, adil, dan bertanggung jawab.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih, menyampaikan apresiasi kepada SMK Negeri 1 Klungkung yang telah membuka ruang kolaborasi bagi Bawaslu dalam memberikan pendidikan demokrasi dan politik kepada siswa.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif perlu dibangun sejak dini sehingga mereka tidak hanya menjadi objek dalam setiap momentum Pemilu, tetapi juga mampu menjadi bagian dari penjaga demokrasi.
Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Ida Ayu Ari Widhiyanthy, juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah atas kesempatan yang diberikan kepada Bawaslu untuk berbagi pengetahuan dan pendidikan demokrasi.
“Kitalah yang harus mengawali agar anak-anak memiliki kesadaran berdemokrasi sejak dini,” kata Dayu Ari.
Melalui kerja sama tersebut, Bawaslu Kabupaten Klungkung berharap lembaga pendidikan dapat menjadi salah satu simpul penting dalam memperluas pengawasan partisipatif. Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk belajar berdemokrasi secara nyata.
Kolaborasi Bawaslu dan SMK Negeri 1 Klungkung sekaligus menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang memiliki literasi politik, mampu berpikir kritis, berani menolak politik transaksional, serta memahami pentingnya menjaga integritas Pemilu dan Pemilihan.
Sebab, melawan politik transaksional tidak cukup dilakukan saat Pemilu tiba. Perlawanan harus dimulai jauh lebih awal—dari ruang kelas, dari pendidikan karakter, dan dari kesadaran generasi muda untuk memilih berdasarkan integritas, bukan imbalan.
Humas Bawaslu Klungkung