Penguatan Kelembagaan Bawaslu Klungkung, TA DPR RI Tekankan Pentingnya Proses Demokrasi Bersih dan Berkualitas
|
Semarapura, Bawaslu Klungkung – Tenaga Ahli (TA) DPR RI yang turut merevisi Undang-Undang Pemilu, Laode Chairul, menjadi narasumber pada kegiatan Fasilitasi Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Klungkung di Wyndham Taman Sari Jivva Resort Bali, Jumat (15/8).
Dalam paparannya, Laode menegaskan bahwa keberadaan Bawaslu merupakan hasil perjalanan panjang sejarah pengawasan pemilu di Indonesia. Seiring waktu, pelanggaran pemilu semakin beragam, termasuk munculnya pelanggaran dengan pola Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM) yang pertama kali mencuat pada Pilkada Jawa Timur.
“Pemilu menentukan masa depan bangsa. Satu sisi Bawaslu mengawasi jalannya pemilu melalui koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, di sisi lain melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengawasan partisipatif. Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh Bawaslu, tapi juga harus melibatkan masyarakat,” tegasnya.
Laode juga membagikan pengalamannya terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Papua dan Barito Utara, yang menunjukkan betapa pentingnya peran strategis penyelenggara pemilu agar proses berjalan secara demokratis. Menurutnya, Bawaslu memiliki legal standing untuk menguji Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dan memelihara pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
“Kalau proses pemilu baik, hasilnya manis. Tapi kalau prosesnya buruk, hasilnya getir. Harapan kami, meski pemimpin tak sempurna, kebijakannya harus berpihak pada masyarakat.” ungkap Laode.
Ia juga menyoroti kondisi partai politik yang dalam praktiknya kerap hanya berdiri secara formalitas. Untuk itu, syarat pendirian partai politik perlu diperketat, dan penguatan kelembagaan Parpol harus dilakukan demi menjamin kualitas demokrasi.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Klungkung I Komang Supardika menyampaikan bahwa pihaknya telah gencar melakukan sosialisasi pendidikan politik dan demokrasi kepada pemilih pemula di sekolah-sekolah.
“Ke depan, kita akan terus membangun pendidikan politik agar demokrasi di Klungkung dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Klungkung berharap terwujudnya sinergi antara penyelenggara, partai politik, dan masyarakat untuk menjaga proses demokrasi yang bersih, jujur, dan adil.
Humas Bawaslu Klungkung