Bawaslu Klungkung Perkuat Literasi Politik-Demokrasi Pemilih Pemula di SLB
|
Semarapura, Bawaslu Klungkung — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Klungkung melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan politik dan demokrasi kepada siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Klungkung, Jumat (3/10). Kegiatan yang dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) ini menyasar para pemilih pemula yang akan berpartisipasi pada Pemilu 2029 mendatang.
Ketua Bawaslu Klungkung, I Komang Supardika, mengatakan bahwa siswa-siswi SLBN 1 Klungkung seharusnya diajak berdiskusi agar dapat menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka, khususnya yang terkait dengan kepemiluan.
“Masukan akan kami sampaikan ke Bawaslu RI agar ada kebijakan yang berpihak pada kaum disabilitas. Kami juga berharap adik-adik berani menyampaikan kekurangan saat Pemilu lalu sebagai bahan evaluasi ke depan,” ungkap Supardika di Aula SLBN 1 Klungkung.
Dalam pemaparannya, Supardika menekankan pentingnya pengawasan partisipatif. Ia juga menjelaskan sejarah pengawasan Pemilu di Indonesia yang dimulai dari Panwaslak tahun 1982 hingga terbentuknya Bawaslu seperti saat ini.
“Peran Bawaslu adalah merawat dan mengawal demokrasi. Pemilu yang berkualitas akan menghasilkan pemimpin yang baik sesuai harapan masyarakat. Sebaliknya, demokrasi transaksional akan menghasilkan pemimpin yang tidak baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak siswa untuk bijak menggunakan hak pilih dengan menelusuri rekam jejak calon pemimpin. Menurutnya, demokrasi yang berkualitas membutuhkan pemilih yang cerdas, peserta Pemilu yang tidak melakukan politik uang, serta penyelenggara yang netral dan adil.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Klungkung Sang Ayu Mudiasih mengingatkan pentingnya mengurus KTP elektronik bagi calon pemilih pemula.
“Syarat bisa memilih adalah memiliki KTP. Semoga dengan keterlibatan aktif para pemilih muda, kita dapat memilih pemimpin yang amanah dan bijaksana,” ujarnya.
Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Klungkung Ida Ayu Ari Widhiyanty menekankan peran strategis pemilih pemula.
“Harapan kami, Pemilu di Kabupaten Klungkung dapat berlangsung langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil),” katanya.
Kepala SLB Negeri 1 Klungkung, Ni Made Santiniwati, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini.
“Kami sangat terbantu karena anak-anak disabilitas mendapat pendidikan politik dan demokrasi, yang selama ini belum ada dalam kurikulum. Kerja sama ini memberi gambaran umum tentang Pemilu mendatang sekaligus membentuk pemilih yang jujur, cerdas, dan berintegritas,” jelasnya.
Saat ini, SLB Negeri 1 Klungkung memiliki 167 siswa yang terdiri dari anak berkebutuhan khusus, di antaranya tuna netra, tuna grahita, tuna wicara, dan tuna daksa. Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten Klungkung, tetapi juga dari Bangli dan Karangasem.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Klungkung berharap literasi politik generasi muda, khususnya pemilih pemula, semakin meningkat sehingga dapat berperan aktif dalam mewujudkan Pemilu yang bersih, jujur, adil, dan berintegritas di Kabupaten Klungkung.
Humas Bawaslu Klungkung