Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Klungkung Perkuat Pengawasan Partisipatif Lewat Diskusi Demokrasi Digital

1

Denpasar – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung, I Komang Supardika, bersama Ketua Bawaslu kabupaten/kota se-Bali menghadiri Diskusi Publik bertema “Clicktivism: Menilai Kualitas Partisipasi Anak Muda dalam Ketahanan Demokrasi Digital” yang digelar di Universitas Warmadewa, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Warmadewa bekerja sama dengan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) ini menjadi forum refleksi bersama atas perubahan pola partisipasi politik anak muda di tengah masifnya penggunaan media digital dan media sosial.

Diskusi publik ini menyoroti kecenderungan partisipasi politik generasi muda yang semakin bergeser ke ruang digital melalui aktivitas seperti menyukai, membagikan, dan mengomentari konten politik. Fenomena clicktivism tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas keterlibatan publik, namun sekaligus menyimpan risiko apabila tidak dibarengi dengan pemahaman demokrasi substantif dan literasi digital yang memadai.

Setelah diskusi selesai, Ketua Bawaslu Kabupaten Klungkung, I Komang Supardika, menyampaikan refleksi bahwa tantangan utama demokrasi ke depan tidak hanya terletak pada tingginya angka partisipasi, tetapi pada kualitas partisipasi warga negara, khususnya generasi muda.

“Ruang digital hari ini menjadi arena baru demokrasi. Namun tanpa ketahanan terhadap disinformasi dan manipulasi informasi, partisipasi justru dapat melemahkan nilai-nilai demokrasi itu sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Bawaslu memiliki peran strategis dalam mendorong pengawasan partisipatif, termasuk di ruang digital, agar anak muda tidak hanya menjadi konsumen informasi politik, tetapi juga aktor yang kritis, sadar etika, dan berintegritas dalam menjaga proses demokrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Provinsi Bali Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H), Ketut Ariyani, menekankan pentingnya peran aktif generasi muda dalam membangun kualitas demokrasi digital. Ia menyoroti strategi konkret yang dapat dilakukan anak muda, yakni dengan memproduksi konten-konten edukatif di ruang digital sebagai bentuk partisipasi yang bermakna. "Anak muda hari ini bukan hanya pengguna media sosial, tetapi juga produsen informasi. Jika ruang digital dipenuhi konten edukatif tentang demokrasi, kepemiluan, dan nilai-nilai kebangsaan, maka itu akan menjadi kekuatan besar dalam membangun kesadaran politik yang sehat,” tegas Ketut Ariyani.

Ia menambahkan, konten edukatif yang kreatif, sederhana, dan mudah dipahami dapat menjadi sarana efektif untuk melawan disinformasi serta membentuk budaya partisipasi yang kritis dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda.

Diskusi ini juga menyoroti kondisi demokrasi Indonesia yang menghadapi tantangan serius, mulai dari penyempitan ruang kebebasan sipil hingga maraknya konten politik yang menyesatkan. Dalam konteks tersebut, keterlibatan anak muda yang bermakna menjadi kunci untuk memastikan demokrasi tetap berjalan secara sehat dan berkeadilan.

Sejumlah narasumber turut memberikan perspektif, antara lain Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Agung Gede Lidartawan, yang memaparkan refleksi partisipasi pemilih muda pada Pemilu 2024, Peneliti ELSAM Nurul Izmi yang membahas kualitas clicktivism dalam demokrasi digital, serta Putu Hadi Pradnyana, Dosen Ilmu Politik Universitas Warmadewa, yang mengulas tantangan demokrasi substantif di era digital.

Melalui kehadiran dalam diskusi ini, Bawaslu Kabupaten Klungkung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat literasi demokrasi dan pengawasan Pemilu yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya dengan melibatkan generasi muda sebagai mitra strategis demokrasi.

Humas Bawaslu Klungkung

Tag
Berita