Lompat ke isi utama

Berita

Belajar Demokrasi dan Finansial Sejak Dini, Generasi Muda Disiapkan Menyongsong Masa Depan

1

Semarapura, Bawaslu Klungkung – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung berkolaborasi dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menggelar kegiatan sosialisasi pendidikan politik, demokrasi, dan literasi keuangan kepada siswa-siswi perwakilan kelas X SMA Pariwisata PGRI Klungkung, Jumat (23/1). Kegiatan ini menyasar pemilih pemula sebagai generasi penerus bangsa.

Sosialisasi ini diisi oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih dan Ida Ayu Ari Widhiyanty, serta narasumber dari BPD Bali, Kak Ramdi dan Kak Ari. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai demokrasi, integritas, pengawasan partisipatif, sekaligus membangun kesadaran finansial sejak dini di kalangan generasi muda.

Dalam pemaparannya, Sang Ayu Mudiasih menyampaikan materi tentang penyelenggaraan Pemilu di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sang Ayu juga menguraikan peran dan tugas lembaga penyelenggara Pemilu, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara teknis tahapan Pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sebagai lembaga pengawas yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sebagai lembaga yang menegakkan kode etik penyelenggara Pemilu. Pemahaman terhadap peran masing-masing lembaga tersebut dinilai penting agar pemilih pemula mengetahui alur dan mekanisme penyelenggaraan Pemilu secara utuh.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Ida Ayu Ari Widhiyanty, menyampaikan materi mengenai kampanye dalam Pemilu dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian pelajar. Ia menganalogikan kampanye Pemilu dengan proses kampanye Ketua OSIS di sekolah, di mana calon menyampaikan visi, misi, serta program kerja kepada pemilih secara terbuka dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Ida Ayu menjelaskan bahwa kampanye merupakan sarana pendidikan politik bagi pemilih untuk mengenal calon, gagasan, serta arah kebijakan yang ditawarkan, sehingga pemilih dapat menentukan pilihan secara rasional tanpa paksaan dan tanpa imbalan. "Kampanye itu seperti pemilihan Ketua OSIS. Calon menyampaikan visi dan programnya, bukan membagi-bagikan sesuatu agar dipilih. Pemilih pun bebas menentukan pilihan berdasarkan penilaian terhadap gagasan dan kemampuan calon,” jelasnya.

Melengkapi materi demokrasi, narasumber dari BPD Bali Cabang Klungkung, Kak Ramdi dan Kak Ari, memberikan edukasi literasi keuangan kepada para siswa. Mereka menanamkan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini, termasuk kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

“Sejak usia sekolah, siswa perlu memahami bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi. Tabungan memiliki fungsi penting untuk masa depan, baik untuk pendidikan, perencanaan karier, maupun kebutuhan jangka panjang lainnya,” jelas Kak Ramdi. Kak Ari menambahkan bahwa kebiasaan menabung sejak dini akan membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab finansial.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Pariwisata PGRI Klungkung, I Wayan Sudiarta, beserta civitas akademika. Pihak sekolah juga diinformasikan bahwa berbagai kegiatan dan layanan Bawaslu Kabupaten Klungkung dapat diakses melalui website resmi, website PPID dan JDIH, serta media sosial Bawaslu Klungkung.

Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Kabupaten Klungkung dan BPD Bali berharap generasi muda tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas, tetapi juga memiliki literasi keuangan yang baik sebagai bekal membangun masa depan dan menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Klungkung.

Humas Bawaslu Klungkung

Tag
Berita