Menyiapkan Pemimpin Masa Depan di Banjarangkan: Edukasi Demokrasi dan Literasi Keuangan Sejak Dini untuk Bangsa
|
Semarapura – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung melaksanakan kegiatan Sosialisasi Demokrasi bersama SMP Negeri 1 Banjarangkan pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Koordinator Divisi HP2H Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih, beserta jajaran staf Sekretariat.
Sosialisasi yang berlangsung di SMPN 1 Banjarangkan ini menyasar siswa calon pengurus OSIS sebagai bagian dari upaya penanaman nilai-nilai demokrasi sejak dini. Kegiatan dibuka secara resmi oleh I Wayan Redana selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana (Waka Sarpras), serta dihadiri oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Banjarangkan, I Nengah Suradnya, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam satu ruang edukasi, dengan menghadirkan sinergi antara Bawaslu Kabupaten Klungkung dan BPD Bali Cabang Klungkung. Kolaborasi ini menghadirkan agenda sosialisasi yang memadukan edukasi demokrasi dan literasi keuangan bagi para siswa.
Materi awal disampaikan oleh Sang Ayu Mudiasih selaku Koordinator Divisi HP2H Bawaslu Kabupaten Klungkung, yang menjelaskan tentang tiga penyelenggara pemilu, yakni KPU, Bawaslu, dan DKPP, serta syarat-syarat memperoleh hak pilih sebagai warga negara. Sang Ayu menegaskan bahwa pemahaman kepemiluan merupakan fondasi penting dalam membangun kesadaran demokrasi sejak usia sekolah.
Lebih lanjut , ia juga menekankan pentingnya pembekalan kepemimpinan demokratis bagi pelajar, khususnya bagi calon pengurus OSIS sebagai miniatur kepemimpinan masa depan. “OSIS adalah ruang belajar demokrasi paling nyata di sekolah. Di sanalah siswa belajar tentang musyawarah, kepemimpinan, etika, tanggung jawab, serta proses pengambilan keputusan yang adil,” ujarnya. Dalam pemaparannya, Sang Ayu Mudiasih juga mengenalkan konsep miniatur pemilu OSIS sebagai sarana edukatif, mulai dari tahapan pencalonan, kampanye, penyampaian visi-misi, pemungutan suara, hingga penghitungan suara yang jujur dan transparan, sebagai bentuk pembelajaran praktik demokrasi yang utuh bagi para siswa.
Selanjutnya, Kak Ebbie dan Kak Ari dari BPD Bali Cabang Klungkung menyampaikan materi literasi keuangan yang berfokus pada fungsi bank dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai lembaga penyimpanan dana, penyalur pembiayaan, maupun pendukung aktivitas ekonomi.
Selain itu, para siswa juga dibekali pemahaman tentang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sebagai dasar pengelolaan keuangan yang sehat sejak usia sekolah. Dalam penyampaiannya disampaikan, “Memahami fungsi bank dan mampu membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan adalah kunci membangun kebiasaan finansial yang bijak. Dari sinilah karakter mandiri dan bertanggung jawab secara ekonomi mulai dibentuk sejak dini.”
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara siswa dan para narasumber yang berlangsung dinamis dan partisipatif. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan serta menyampaikan pandangan, mencerminkan antusiasme dan ketertarikan mereka terhadap isu demokrasi dan literasi keuangan.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa penguatan demokrasi tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus dibangun melalui sinergi antar lembaga dan dunia pendidikan. Sosialisasi ini tidak hanya menanamkan pemahaman tentang demokrasi dan keuangan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan yang beretika, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan publik.
Dari SMPN 1 Banjarangkan, benih-benih demokrasi ditanam—untuk tumbuh menjadi kekuatan peradaban yang menjaga masa depan Kabupaten Klungkung dan Indonesia.
Humas Bawaslu Klungkung