Pemilih Pemula Dibekali Edukasi Demokrasi dan Literasi Keuangan di SMAN 1 Dawan
|
Semarapura — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan demokrasi dan kepemiluan di SMAN 1 Dawan, Kabupaten Klungkung, pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMAN 1 Dawan khususnya kelas XII dan dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung Sang Ayu Mudiasih dan Ida Ayu Ari Widhiyanthy, Kepala SMAN 1 Dawan Drs. I Ketut Langkir, M.Pd., serta perwakilan mitra perbankan BPD Bali Cabang Klungkung, Yunita Rahmadewi. Kehadiran para narasumber tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memberikan edukasi demokrasi, kepemiluan, dan literasi keuangan kepada pemilih pemula.
Agenda sosialisasi dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Dawan, Drs. I Ketut Langkir, M.Pd., yang mengapresiasi kehadiran Bawaslu Kabupaten Klungkung bersama mitra perbankan dalam memberikan edukasi demokrasi dan literasi keuangan kepada siswa-siswi.
“Kegiatan ini menjadi pembekalan penting bagi siswa, tidak hanya dalam memahami demokrasi dan kepemiluan, tetapi juga agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas berpolitik, berkarakter, dan bijak mengelola keuangan,” ujarnya.
Pada sesi materi, Sang Ayu Mudiasih menyampaikan sosialisasi mengenai pengawasan partisipatif, sekaligus mendorong siswa-siswi yang telah berusia 17 tahun untuk segera melakukan perekaman KTP elektronik sebagai syarat menjadi pemilih. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia, yakni KPU, Bawaslu, dan DKPP, beserta peran strategis masing-masing dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Pelajar sebagai pemilih pemula memiliki peran penting dalam menentukan arah demokrasi ke depan. Kami berharap siswa-siswi tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga berani terlibat aktif dalam pengawasan pemilu dan memahami peran lembaga penyelenggara pemilu,” ungkap Sang Ayu Mudiasih.
Lebih lanjut, Sang Ayu Mudiasih juga menekankan pentingnya peran serta siswa pada masa kampanye dengan menjadi pemilih yang cerdas dan kritis, salah satunya dengan memahami visi, misi, serta program calon secara menyeluruh. Siswa-siswi diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi menyesatkan, politik uang, maupun ajakan yang bertentangan dengan nilai demokrasi, sehingga mampu menentukan pilihan secara rasional dan bertanggung jawab.
Selanjutnya, Ida Ayu Ari Widhiyanthy menyampaikan materi mengenai jenis-jenis pelanggaran pemilu, yang meliputi pelanggaran administratif, tindak pidana pemilu, serta pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu. Dalam pemaparannya, disampaikan pula pentingnya memahami aturan kepemiluan sejak dini agar siswa-siswi memiliki kesadaran hukum dan tidak terlibat dalam praktik yang merusak demokrasi, termasuk politik uang (money politics).
“Dalam praktik politik uang, baik pemberi maupun penerima sama-sama dapat dikenakan sanksi hukum. Oleh karena itu, siswa sebagai pemilih pemula harus berani menolak dan melaporkan jika menemukan indikasi politik uang, demi menjaga pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas,” tegas Ida Ayu Ari Widhiyanthy.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan edukasi literasi keuangan yang disampaikan oleh Yunita Rahmadewi dari BPD Bali Cabang Klungkung. Materi yang diberikan meliputi manfaat menabung sejak dini, pentingnya mengelola uang saku secara bijak, serta upaya melindungi data pribadi di era digital agar siswa-siswi terhindar dari berbagai bentuk penipuan daring.
“Sejak usia sekolah, siswa perlu dibekali kebiasaan menabung dan pengelolaan keuangan yang baik, sekaligus memahami pentingnya menjaga data pribadi. Hindari membagikan informasi perbankan dan jangan mudah mengklik tautan atau link yang tidak jelas sumbernya,” ujar Yunita Rahmadewi.
Sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, di mana siswa-siswi aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait kepemiluan serta literasi keuangan. Agenda kemudian ditutup dengan foto bersama serta pembuatan video jargon “Bawaslu Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”, yang dilanjutkan dengan yel-yel sekolah “SMAN 1 Dawan Cerdas Berkarakter” dan “SMAN 1 Dawan Pasti Bisa.”
Sebagai upaya berkelanjutan dalam membangun generasi muda yang berkarakter, Bawaslu Kabupaten Klungkung berkomitmen untuk terus memperluas kegiatan pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif ke kalangan pelajar sebagai pemilih pemula, guna memperkuat budaya demokrasi yang berintegritas sejak dini. Sementara itu, BPD Bali Cabang Klungkung akan terus mendukung peningkatan literasi keuangan di lingkungan sekolah melalui edukasi menabung, pengelolaan keuangan yang sehat, serta penguatan kesadaran akan pentingnya perlindungan data pribadi, sehingga siswa-siswi diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara politik dan bijak secara finansial.
Humas Bawaslu Klungkung