Lompat ke isi utama

Berita

Sasar Pemilih Pemula, Bawaslu Sosialisasi Pendidikan Politik-Demokrasi di SMA Saraswati Klungkung

1

Semarapura, Bawaslu Klungkung – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali bersama Bawaslu Kabupaten Klungkung melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan politik dan demokrasi kepada siswa-siswi kelas XII SMA Pariwisata Saraswati Klungkung, Selasa (20/1). Kegiatan ini menyasar para pemilih pemula yang akan berpartisipasi pada Pemilu Tahun 2029 mendatang.

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, memaparkan tiga kewenangan utama Bawaslu, yakni pengawasan, pencegahan, dan penindakan pelanggaran Pemilu. Ia menegaskan pentingnya melawan praktik politik uang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Kalau sudah bermain uang, demokrasi akan rusak. Negara ini akan rusak kalau dipimpin oleh pemimpin yang dipilih dengan cara-cara tidak demokratis. Karena itu, pemimpin harus lahir dari proses yang baik,” tegas Ariyani.

Ariyani juga mengajak para siswa untuk aktif dalam pengawasan partisipatif serta menggunakan hak pilih secara bijak. Ia menjelaskan bahwa syarat memilih adalah berusia 17 tahun atau sudah menikah, serta mengingatkan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pemilih pemula. Selain itu, para siswa didorong untuk menelusuri rekam jejak dan profil calon pemimpin sebelum menentukan pilihan.

“Pemimpin yang baik lahir dari pemilih yang baik. Semua kebijakan publik yang berdampak bagi masyarakat adalah keputusan politik, karena itu calon pemimpin harus dikenal dan mampu menunjukkan kapasitasnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ariyani menjelaskan peran tiga lembaga penyelenggara Pemilu, yaitu KPU sebagai pelaksana teknis, Bawaslu sebagai pengawas, dan DKPP sebagai lembaga penegak etik penyelenggara Pemilu. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan di seluruh tahapan Pemilu, mulai dari pencegahan hingga penyelesaian sengketa proses.

Ia mengimbau para siswa untuk segera mengurus KTP elektronik ketika telah memenuhi syarat usia sebagai langkah awal untuk dapat menggunakan hak pilih secara sah. “Semoga dengan keterlibatan aktif para calon pemilih muda, kita dapat memilih pemimpin yang amanah dan bijaksana,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Klungkung, I Komang Supardika, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa.

“Generasi muda nantinya tidak hanya memilih, tetapi juga bisa dipilih. Anak muda adalah kekuatan bangsa dan akan menjadi generasi emas Indonesia,” ujarnya.

Kordiv SDM, Organisasi, Diklat, dan Datin Bawaslu Klungkung ini menekankan bahwa seluruh kebijakan publik lahir dari proses politik, sehingga penting bagi siswa untuk memahami makna politik, demokrasi, dan kepemiluan secara utuh.

“Peran Bawaslu adalah merawat dan mengawal demokrasi. Pemilu yang berkualitas akan menghasilkan pemimpin yang baik sesuai harapan masyarakat. Sebaliknya, demokrasi transaksional hasilnya pasti tidak baik,” tegasnya.

Supardika berharap para siswa dapat membangun paradigma sebagai calon pemimpin masa depan. Menurutnya, pemilih yang baik akan menghasilkan pemimpin yang baik pula.

“Kalau politiknya bagus, pemimpinnya bagus, maka kebijakan politiknya juga akan berdampak baik bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung, I Gusti Made Suberata, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang digelar oleh Bawaslu Klungkung.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman kepada para siswa tentang politik, demokrasi, dan kepemiluan. Pilihan kita akan menentukan masa depan bangsa,” ujarnya.

Ia berharap para siswa dapat meresapi nilai-nilai yang diperoleh dalam kegiatan tersebut. “Belajar bisa dari mana saja, dan setiap orang adalah guru. Semoga apa yang didapat hari ini bisa menjadi bekal bagi siswa untuk menjadi pemilih cerdas di masa depan,” ucapnya. Kegiatan sosialisasi ini juga didukung oleh BPD Bali yang turut memberikan hadiah kepada para peserta.

Humas Bawaslu Klungkung

Tag
Berita