Tak Hanya Pemilih Cerdas, Bawaslu Klungkung dan BPD Bali Bekali Pelajar Bijak Finansial Era Digital
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan politik dan kepemiluan yang dirangkaikan dengan edukasi literasi keuangan bersama BPD Bali Cabang Kabupaten Klungkung, bertempat di SMA Pariwisata Saraswati Kabupaten Klungkung, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan sosialisasi dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Pariwisata Saraswati Kabupaten Klungkung, Drs. I Gusti Made Suberata, M.Ag. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi Bawaslu dan BPD Bali dalam memberikan pendidikan politik serta literasi keuangan kepada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dalam membentuk karakter siswa yang sadar demokrasi sekaligus bijak dalam mengelola keuangan di era digital.
Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (P2H) Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, Ketua Bawaslu Kabupaten Klungkung I Komang Supardika, beserta Anggota Sang Ayu Mudiasih dan Ida Ayu Ari Widhiyanthy. Sosialisasi dilaksanakan di ruang kelas SMA Pariwisata Saraswati Kabupaten Klungkung dan menyasar siswa-siswi kelas XII yang merupakan pengurus kelas. Agenda sosialisasi tersebut disambut dengan baik oleh pihak sekolah sebagai bagian dari penguatan pendidikan kewarganegaraan dan pengawasan partisipatif di lingkungan pelajar.
Selanjutnya, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (P2H) Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, mengawali sesi sosialisasi dengan memaparkan tiga lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pelaksana pemilu, Bawaslu sebagai pengawas pemilu, serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang berwenang menegakkan kode etik penyelenggara pemilu. Pemaparan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai sistem kepemiluan di Indonesia.
Lebih lanjut, Ketut Ariyani menjelaskan tugas dan fungsi Bawaslu secara rinci, termasuk struktur jajaran pengawasan pemilu yang dibentuk hingga ke tingkat bawah dalam setiap tahapan kepemiluan. Ia menekankan bahwa “pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.” Melalui materi ini, siswa diharapkan mampu memahami pentingnya peran “pengawasan partisipatif” dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Dalam suasana yang interaktif, kegiatan sosialisasi turut diisi dengan penyematan jargon bersama, yakni “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.”
Sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini dilanjutkan dengan sosialisasi dari BPD Bali Cabang Kabupaten Klungkung yang disampaikan oleh Ni Wayan Sri Indryani bersama Yunita Rahmadewi. Dalam pemaparannya, Ni Wayan Sri Indryani menjelaskan berbagai produk dan layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, peran strategis bank dalam mendukung perekonomian, serta pentingnya menumbuhkan budaya menabung sejak dini.
Lebih lanjut, pihak BPD Bali juga memberikan edukasi mengenai literasi keuangan di era digital, khususnya terkait risiko “kejahatan perbankan dan pencurian data pribadi.” Para siswa diimbau untuk selalu “berhati-hati dalam menggunakan layanan digital, tidak mudah membagikan data pribadi,” serta memahami pentingnya “keamanan transaksi keuangan.” Kolaborasi antara Bawaslu dan BPD Bali ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya “cerdas secara politik,” tetapi juga “bijak secara finansial.”
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pemberian apresiasi kepada siswa-siswi tercepat yang mengikuti (follow) media sosial Bawaslu Provinsi Bali dan Bawaslu Kabupaten Klungkung, serta apresiasi bagi siswa-siswi yang mampu menjawab pertanyaan seputar materi sosialisasi, baik terkait kepemiluan maupun perbankan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Bawaslu Kabupaten Klungkung bersama BPD Bali Cabang Kabupaten Klungkung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendidikan politik, pengawasan partisipatif, serta literasi keuangan bagi generasi muda. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membentuk pelajar yang tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tetapi juga mampu berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.
Diharapkan, melalui kegiatan edukatif yang berkelanjutan, para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara politik dan bijak secara finansial, memiliki kesadaran terhadap pentingnya pengawasan pemilu, serta mampu mengelola keuangan dengan aman dan bertanggung jawab di era digital. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas, berintegritas, dan masyarakat yang cerdas di Kabupaten Klungkung.
Humas Bawaslu Klungkung