Lompat ke isi utama

Berita

Alumni P2P Bawaslu Klungkung Edukasi Bahaya Hoaks dan Etika Bermedia Sosial

1

Semarapura, Bawaslu Klungkung - Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap dipenuhi hoaks, ujaran kebencian, hingga kampanye hitam, membentuk generasi muda menjadi pemilih yang cerdas tidak lagi bisa menunggu mendekati hari pemungutan suara. Berangkat dari semangat tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung menghadirkan alumni Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) sebagai narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK TI Bali Global Klungkung, Senin (13/7).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK TI Bali Global Klungkung tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala SMK TI Bali Global Klungkung, I Gusti Lanang Made Puji. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Klungkung atas kolaborasi yang terjalin dalam memberikan pendidikan politik kepada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bekal penting bagi para siswa untuk memahami kehidupan demokrasi sejak dini, sekaligus membentuk karakter pelajar yang kritis, bertanggung jawab, dan bijak menghadapi perkembangan era digital.

Sosialisasi menghadirkan dua alumni Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu Kabupaten Klungkung, yakni Satria dan Ni Kadek Pradnyani. Keduanya berbagi pengalaman sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya bijak bermedia sosial dalam penyelenggaraan pemilu dan demokrasi.

Dalam paparannya, para narasumber menjelaskan bahwa media sosial memiliki dampak positif sebagai sarana memperoleh informasi, pendidikan politik, dan partisipasi masyarakat. Namun di sisi lain, media sosial juga menyimpan berbagai risiko, seperti penyebaran hoaks, kampanye hitam (black campaign), ujaran kebencian, hingga kejahatan siber (cyber crime) yang dapat memengaruhi kualitas demokrasi.

Para siswa juga diajak memahami cara menjadi pemilih yang cerdas, yaitu dengan selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya, tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan, salah satunya mengenai syarat menjadi pemilih dalam pemilu. Menjawab pertanyaan tersebut, narasumber menjelaskan bahwa seseorang yang belum berusia 17 tahun tetap dapat menggunakan hak pilih apabila telah atau pernah menikah sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih, menyampaikan apresiasi kepada SMK TI Bali Global Klungkung yang telah mengirimkan siswanya sebagai peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Menurutnya, kepercayaan sekolah menjadi bukti bahwa pendidikan demokrasi perlu dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak.

"Alumni P2P diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Mereka tidak hanya memahami demokrasi, tetapi juga mampu mengedukasi teman-temannya agar menjadi pengguna media sosial yang bijak sekaligus pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab," ujar Mudiasih.

Kepala SMK TI Bali Global Klungkung, I Gusti Lanang Made Puji, kembali menyampaikan terima kasih kepada Bawaslu Kabupaten Klungkung atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta didik dapat menjadi bekal dalam menghadapi dinamika kehidupan demokrasi di masa depan.

"Kami melihat antusiasme siswa sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Harapannya, mereka dapat menjadi generasi yang kritis, mampu memilah informasi, serta kelak menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab," katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Klungkung, I Komang Supardika, Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung Sang Ayu Mudiasih, Ida Ayu Ari Widhiyanthy, serta jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Klungkung. Sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Klungkung dalam memperkuat pengawasan partisipatif melalui pendidikan politik berkelanjutan bagi pemilih pemula, sekaligus mendukung terwujudnya demokrasi yang berkualitas sejak lingkungan sekolah.

Humas Bawaslu Klungkung

Tag
Berita