Bawaslu Klungkung Ajak Pemilih Pemula Cerdas dan Berintegritas Lewat Pendidikan Demokrasi
|
Semarapura, Bawaslu Klungkung — Pemilu yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara, tetapi juga oleh kualitas pemilihnya. Menyadari pentingnya menyiapkan generasi muda sebagai pemilih masa depan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung menggelar sosialisasi pendidikan demokrasi dan kepemiluan bagi siswa Omna International College, Senin (22/6). Melalui kegiatan yang dikemas secara interaktif, para siswa diajak memahami proses Pemilu, pentingnya hak pilih, serta peran generasi muda dalam menjaga demokrasi yang jujur dan berintegritas.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Klungkung, I Komang Supardika, didampingi Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih dan Ida Ayu Ari Widhiyanthy, menyasar siswa yang berpotensi menjadi pemilih pemula pada Pemilu Tahun 2029. Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu memperkuat kesadaran demokrasi dan partisipasi masyarakat melalui lingkungan pendidikan.
Dalam pemaparannya, Supardika menegaskan bahwa tujuan utama Pemilu adalah mewujudkan pemerintahan yang demokratis dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas melalui proses yang jujur serta berintegritas.
“Output Pemilu adalah terwujudnya negara demokrasi yang sesuai harapan masyarakat. Jangan sampai masyarakat menyesal karena pemimpin yang terpilih tidak dipilih melalui proses demokratis yang baik sehingga menghasilkan pemimpin yang tidak berkualitas,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa menjaga demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara Pemilu, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara.
“Semua memiliki semangat yang sama untuk ikut mengawasi dan menjaga demokrasi agar tetap berjalan sesuai nilai-nilai yang kita harapkan,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih, menjelaskan berbagai hal terkait hak pilih dan kepemiluan, termasuk mekanisme bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri saat Pemilu berlangsung.
“Warga negara Indonesia yang berada di luar negeri tetap dapat menggunakan hak pilihnya melalui TPS Luar Negeri yang telah disediakan sesuai ketentuan,” jelasnya.
Sang Ayu juga menjelaskan syarat menjadi pemilih, yakni warga negara Indonesia yang telah berusia 17 tahun atau sudah/pernah menikah, memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), terdaftar dalam daftar pemilih, tidak dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, serta bukan anggota TNI maupun Polri.
Selanjutnya, Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Ida Ayu Ari Widhiyanthy, memaparkan tugas dan fungsi Bawaslu dalam mengawasi seluruh tahapan Pemilu serta melakukan pencegahan pelanggaran melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
Para siswa diberikan pemahaman mengenai dasar-dasar kepemiluan, peran penyelenggara Pemilu, pentingnya perekaman e-KTP bagi pemilih pemula, serta berbagai aturan dan larangan selama masa kampanye.
Ia menjelaskan bahwa alat peraga kampanye dilarang dipasang di sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, pasar, dan tiang listrik. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai bahaya praktik politik uang dalam Pemilu.
“Memberikan maupun menerima uang atau barang untuk memengaruhi pilihan politik merupakan pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi. Praktik politik uang juga berpotensi mendorong terjadinya korupsi dan merusak kualitas demokrasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, siswa juga diperkenalkan mengenai peserta Pemilu yang terdiri atas partai politik dan peserta lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pendidikan politik dan demokrasi sejak dini merupakan investasi penting dalam menciptakan pemilih yang cerdas dan berintegritas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa memahami proses Pemilu, pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab, serta mengetahui peran berbagai pihak dalam penyelenggaraan Pemilu, termasuk netralitas ASN serta peran TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan Pemilu,” ujarnya.
Direktur Omna International College, Bambang Putrawan, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Klungkung. Ia berharap para siswa dapat mengikuti materi dengan baik dan menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada teman-teman maupun lingkungan sekitarnya.
Melalui sosialisasi ini, Bawaslu Kabupaten Klungkung berharap siswa memahami dasar-dasar kepemiluan, peran penyelenggara Pemilu, serta pentingnya kesiapan sebagai pemilih pemula melalui perekaman e-KTP. Sinergi antara Bawaslu dan dunia pendidikan ini menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, mandiri, dan berintegritas, baik dalam kehidupan berdemokrasi maupun kehidupan sehari-hari.
Humas Bawaslu Klungkung