Bawaslu Klungkung dan MA Diponegoro Sinergi Cetak Generasi Melek Demokrasi
|
SEMARAPURA, BAWASLU KLUNGKUNG — Demokrasi tidak lahir secara instan di bilik suara. Jauh sebelum seseorang menentukan pilihannya, kesadaran untuk memahami arti penting Pemilu, menolak politik uang, serta tidak bersikap apatis terhadap masa depan bangsa perlu ditanamkan sejak dari bangku sekolah.
Berangkat dari semangat tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung melaksanakan Konsolidasi Demokrasi bersama Kepala Madrasah Aliyah (MA) Diponegoro, Edi Rusdiyanto, Jumat (21/8), di Ruang Kerja Kepala MA Diponegoro.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Instruksi Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Klungkung terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun budaya demokrasi yang berintegritas menuju Pemilu Tahun 2029.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung Sang Ayu Mudiasih dan Ida Ayu Ari Widhiyanthy. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kolaborasi dengan membahas penguatan pendidikan karakter, rencana kerja sama antara Bawaslu Klungkung dan MA Diponegoro, serta pelaksanaan sosialisasi kepemiluan dan pendidikan demokrasi bagi para siswa.
Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Ida Ayu Ari Widhiyanthy, menegaskan bahwa pendidikan demokrasi tidak seharusnya hanya dilakukan ketika tahapan Pemilu berlangsung. Menurutnya, masa non-tahapan justru menjadi ruang penting untuk membangun pemahaman dan kesadaran demokrasi secara lebih mendalam, khususnya bagi generasi muda.
“Pendidikan demokrasi dan kepemiluan tidak hanya dilakukan saat Pemilu berlangsung. Sosialisasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda memahami pentingnya menggunakan hak pilih, mampu menentukan pilihan secara rasional, serta memiliki kesadaran untuk menolak praktik politik uang karena hal tersebut dapat memengaruhi kebebasan dan kedaulatan pemilih,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekolah merupakan salah satu mitra strategis dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, kritis, dan memiliki kesadaran demokrasi sejak dini.
“Melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan, kami berharap nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap demokrasi dapat tertanam sejak di bangku sekolah. Generasi muda inilah yang nantinya akan menjadi pemilih cerdas sekaligus pengawas partisipatif pada masa depan,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana penguatan kerja sama melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang pelaksanaan kegiatan pendidikan demokrasi secara berkelanjutan, termasuk sosialisasi kreatif dan edukatif yang dapat dikemas sesuai dengan karakter peserta didik.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pelaksanaan kegiatan pendidikan demokrasi pada momentum tertentu, termasuk pada bulan Ramadan melalui kegiatan ngabuburit yang dikemas dengan penajaman pemahaman tentang demokrasi dan kepemiluan.
Bawaslu Klungkung juga memandang penting untuk terus bersinergi dengan dunia pendidikan, baik pada masa tahapan maupun non-tahapan Pemilu. Dengan demikian, generasi muda dapat memahami sejak dini alasan pentingnya memilih dan tidak tumbuh menjadi kelompok yang apatis terhadap proses demokrasi.
Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih, menambahkan bahwa pendidikan demokrasi harus disampaikan dengan pendekatan yang menarik, edukatif, dan interaktif agar mudah dipahami oleh peserta didik.
“Ke depan kami berharap dapat melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik di sekolah yang dikemas secara edukatif dan interaktif. Dengan begitu, siswa tidak hanya memahami demokrasi secara teori, tetapi juga mampu menerapkan nilai integritas, toleransi, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Menurutnya, penguatan pemahaman demokrasi sejak dini menjadi semakin penting, terutama dalam menghadapi dinamika kepemiluan ke depan, termasuk rencana pemisahan pelaksanaan Pemilu nasional dan Pemilu daerah. Karena itu, generasi muda perlu diberikan pemahaman yang utuh mengenai proses demokrasi agar memiliki kesadaran dan kesiapan sebagai pemilih pada masa mendatang.
Sementara itu, Kepala MA Diponegoro, Edi Rusdiyanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bawaslu Kabupaten Klungkung dalam membangun sinergi dengan dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan karakter dan pendidikan demokrasi memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab sebagai warga negara.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena pendidikan karakter dan pendidikan demokrasi merupakan bagian penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai warga negara,” ujarnya.
Edi menilai, pemilih pemula perlu mendapatkan sosialisasi dan pemahaman kepemiluan secara berkelanjutan. Dengan adanya kerja sama antara sekolah dan Bawaslu, pendidikan demokrasi dapat dilakukan secara terus-menerus sehingga para siswa memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai demokrasi, Pemilu, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
Ia juga menambahkan bahwa semangat tersebut sejalan dengan upaya membangun proses pembelajaran yang sadar, bermakna, dan menyenangkan, sehingga pendidikan demokrasi dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Melalui Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Klungkung berharap sinergi dengan MA Diponegoro dapat terus diperkuat melalui berbagai program dan kegiatan bersama. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun generasi muda yang memahami pentingnya demokrasi, berani menolak politik uang, tidak apatis terhadap Pemilu, serta memiliki integritas dan tanggung jawab dalam menentukan masa depan bangsa.
Sebab, membangun Pemilu Tahun 2029 yang berkualitas, berintegritas, dan dipercaya masyarakat tidak hanya dimulai ketika tahapan Pemilu dibuka, melainkan harus ditanamkan sejak sekarang—dari ruang-ruang pendidikan, kepada generasi yang kelak akan menentukan arah demokrasi Indonesia.
Humas Bawaslu Klungkung