Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Klungkung dan SMK Negeri 1 Klungkung: Membentuk Pemimpin Muda dan Pemilih Pemula yang Sadar Demokrasi

1

Semarapura, Bawaslu Klungkung — Penguatan demokrasi tidak hanya dilakukan melalui pengawasan penyelenggaraan pemilu, tetapi juga dengan membangun karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda sejak dini. Berangkat dari semangat tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung melaksanakan sosialisasi kepemiluan dan pendidikan demokrasi kepada calon pengurus OSIS SMK Negeri 1 Klungkung, Kamis (3/09/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Klungkung dalam melaksanakan konsolidasi demokrasi sekaligus memperkuat pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah. Sasaran kegiatan adalah para calon pengurus OSIS yang sebagian besar berada pada usia sekitar 16 tahun dan nantinya akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu Tahun 2029.

Sosialisasi disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih, dengan mengangkat sejumlah materi yang berkaitan erat dengan kehidupan peserta didik, mulai dari kepemimpinan, peran Bawaslu, keteladanan tokoh-tokoh pemimpin dunia, hingga menjadikan OSIS sebagai laboratorium demokrasi di lingkungan sekolah.

Dalam penyampaiannya, Sang Ayu Mudiasih menekankan bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang menjadi orang yang berada di depan, tetapi tentang kemampuan untuk memberikan teladan, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, mendengarkan orang lain, serta mengutamakan kepentingan bersama.

Peserta juga diajak mengenal nilai-nilai kepemimpinan melalui keteladanan sejumlah tokoh dunia, seperti Nelson Mandela, Mahatma Gandhi, Abraham Lincoln, dan Ki Hadjar Dewantara. Kisah dan nilai perjuangan para tokoh tersebut menjadi bahan refleksi bagi peserta untuk memahami bahwa seorang pemimpin harus memiliki integritas, keberanian, tanggung jawab, keteladanan, serta keberpihakan pada kepentingan masyarakat.

Selain materi kepemimpinan, peserta diperkenalkan dengan peran Bawaslu dalam mengawasi penyelenggaraan pemilu. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa demokrasi membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, untuk bersama-sama menjaga proses demokrasi agar berlangsung secara jujur, adil, dan berintegritas.

Sang Ayu Mudiasih juga mengajak calon pengurus OSIS melihat organisasi siswa bukan sekadar wadah kegiatan sekolah, tetapi sebagai laboratorium demokrasi. Melalui OSIS, peserta didik dapat belajar secara langsung mengenai kepemimpinan, musyawarah, menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan pilihan, mengambil keputusan, menjalankan tanggung jawab, serta menerima hasil keputusan bersama.

"OSIS dapat menjadi laboratorium demokrasi bagi adik-adik. Di sini kalian belajar bagaimana memilih pemimpin, menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, menjalankan tanggung jawab, dan menerima hasil pilihan bersama. Nilai-nilai tersebut nantinya akan kalian bawa ketika menggunakan hak pilih pada Pemilu 2029," ujarnya.

Menurutnya, usia peserta yang saat ini sekitar 16 tahun menjadi momentum penting untuk mulai membangun kesadaran demokrasi. Dalam beberapa tahun ke depan, mereka akan memasuki usia sebagai pemilih pemula dan memiliki hak untuk menentukan pilihan politiknya.

"Adik-adik hari ini adalah calon pemimpin sekaligus calon pemilih pemula. Pada 2029 nanti, suara kalian akan menjadi bagian dari proses demokrasi. Karena itu, sejak sekarang harus mulai belajar menjadi pemilih yang sadar, kritis, bertanggung jawab, dan tidak mudah dipengaruhi," jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Klungkung berharap pendidikan demokrasi di sekolah tidak berhenti pada pemahaman mengenai pemilu, tetapi berkembang menjadi pembentukan karakter dan budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi dengan satuan pendidikan juga diharapkan dapat menjadi bagian dari investasi demokrasi jangka panjang, dengan membentuk generasi muda yang memiliki integritas, mampu berpikir kritis, menghargai perbedaan, serta memahami pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi.

Bawaslu Kabupaten Klungkung berkomitmen untuk terus mendorong pendidikan kepemiluan dan demokrasi yang sadar, bermakna, dan menggembirakan, sehingga generasi muda tidak hanya menjadi pemilih ketika waktunya tiba, tetapi telah tumbuh sebagai warga negara yang memahami, mengawal, dan menjaga demokrasi sejak dini.

Humas Bawaslu Klungkung

Tag
Berita