Bawaslu Klungkung Gandeng SMKN 1, Siapkan Generasi Muda Berintegritas
|
Semarapura, Bawaslu Klungkung — Demokrasi tidak cukup hanya dipahami ketika seseorang telah memiliki hak pilih. Nilai kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan keberanian untuk berpartisipasi perlu ditanamkan jauh sebelum generasi muda memasuki bilik suara. Berangkat dari semangat tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung terus memperluas langkah penguatan demokrasi hingga ke lingkungan pendidikan.
Pada Rabu (12/8), Bawaslu Kabupaten Klungkung melaksanakan Konsolidasi Demokrasi bersama Kepala SMK Negeri 1 Klungkung, Sri Rejeki. Pertemuan ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara Bawaslu dan dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berintegritas, dan memiliki kesadaran demokrasi sejak dini.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Ketua Bawaslu Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi. Melalui kegiatan ini, Bawaslu terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya membangun budaya demokrasi yang berintegritas menuju Pemilu Tahun 2029.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih, bersama jajaran staf. Dalam suasana penuh keakraban, kedua belah pihak membahas penguatan pendidikan karakter, rencana kerja sama antara Bawaslu Kabupaten Klungkung dan SMK Negeri 1 Klungkung, hingga persiapan pelaksanaan sosialisasi kepemiluan dan pendidikan demokrasi bagi para siswa.
Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih, menegaskan bahwa pendidikan demokrasi tidak seharusnya baru diberikan ketika seseorang telah memasuki usia 17 tahun atau memiliki hak pilih, namun perlu diberikan pemahaman sejak dini.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini.
“Melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan, kami berharap nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap demokrasi dapat tertanam sejak di bangku sekolah. Generasi muda inilah yang nantinya akan menjadi pemilih cerdas sekaligus pengawas partisipatif pada masa depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendidikan demokrasi perlu dikemas melalui pendekatan yang sesuai dengan karakter peserta didik. Tidak hanya melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui kegiatan edukatif dan interaktif yang dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memahami praktik demokrasi.
“Ke depan kami berharap dapat melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi di sekolah yang dikemas secara edukatif dan interaktif, sehingga siswa tidak hanya memahami demokrasi, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai integritas, toleransi, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya di Kantor Kepala Sekolah.
Sang Ayu juga menilai pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS dapat menjadi salah satu sarana pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah. Proses tersebut dapat menjadi miniatur pemilu yang memperkenalkan siswa pada pentingnya partisipasi, kepemimpinan, penghormatan terhadap pilihan, serta proses pemilihan yang jujur, adil, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Klungkung, Sri Rejeki, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bawaslu Kabupaten Klungkung dalam membangun sinergi dengan dunia pendidikan. Menurutnya, penguatan pendidikan karakter dan pendidikan demokrasi sejalan dengan semangat pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk tumbuh secara sadar, bermakna, dan bertanggung jawab.
Ia menyambut baik rencana kerja sama yang akan dibangun, termasuk pelaksanaan sosialisasi kepada siswa mengenai pendidikan demokrasi, pengawasan partisipatif, serta pentingnya membangun karakter sebagai bekal menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
Menurut Sri Rejeki, pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS selama ini juga telah menjadi media pembelajaran demokrasi bagi para siswa. Melalui proses tersebut, peserta didik belajar memahami arti kepemimpinan, partisipasi, tanggung jawab, serta pentingnya menghormati pilihan dan hasil pemungutan suara.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena pendidikan karakter dan pendidikan demokrasi merupakan bagian penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai warga negara,” ujarnya.
Melalui Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Klungkung berharap kolaborasi dengan SMK Negeri 1 Klungkung dapat segera diwujudkan dalam berbagai program edukasi yang menyasar generasi muda.
Sebab, membangun demokrasi tidak dimulai saat masyarakat datang ke tempat pemungutan suara. Demokrasi tumbuh dari kesadaran, karakter, dan kebiasaan untuk menjunjung kejujuran serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Dari bangku sekolah, nilai-nilai itulah yang diharapkan kelak melahirkan generasi pemilih cerdas, pengawas partisipatif, dan penjaga demokrasi menuju Pemilu Tahun 2029 yang berkualitas, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.
Humas Bawaslu Klungkung