Bawaslu Klungkung Gaungkan Gerakan Bersih Sampah Lewat Aksi Nyata di Besakih
|
Semarapura, Bawaslu Klungkung - Di tengah sorotan persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan di Bali, jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) se-Bali turun langsung memungut sampah dan menanam pohon di kawasan suci Pura Pengubengan, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Jumat (22/5). Melalui kegiatan bertajuk JALA Bawaslu Bali (Jaga Alam dan Lingkungan), Bawaslu menunjukkan bahwa menjaga demokrasi juga berarti menjaga kelestarian alam.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Ketua Bawaslu RI Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyampaian Jumat Sehati dan Jumpa Berlian di lingkungan Bawaslu Provinsi, Kabupaten/Kota serta Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua Bawaslu Kabupaten Klungkung I Komang Supardika, Anggota Bawaslu Klungkung Sang Ayu Mudiasih dan Ida Ayu Ari Widhiyanthy, Koordinator Sekretariat Bawaslu Klungkung Dewa Ngakan Putu Bagus Yudha Pratama beserta jajaran staf sekretariat.
Kegiatan dipimpin langsung Ketua Bawaslu Provinsi Bali Putu Agus Tirta Suguna bersama Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Ketut Ariyani, Koordinator Divisi SDM dan Organisasi I Nyoman Gede Putra Wiratma, Kabag P3SPH, Kabag Administrasi serta jajaran kesekretariatan Bawaslu Bali. Turut hadir pula perwakilan Bawaslu Kabupaten/Kota serta Korsek dan Kasek Bawaslu se-Bali.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 Wita dan diawali dengan persembahyangan bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian kawasan pura. Selanjutnya, seluruh peserta melaksanakan aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan Pura Pengubengan serta penanaman pohon untuk menambah keasrian kawasan suci tersebut.
Ketua Bawaslu Bali Putu Agus Tirta Suguna dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas hadirnya regulasi mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber. Menurutnya, Bali saat ini menjadi perhatian nasional dalam persoalan penanganan sampah sehingga diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Permasalahan sampah tidak akan bisa diselesaikan tanpa kerja sama semua pihak. Bawaslu hadir tidak hanya mengawasi pemilu, tetapi juga melakukan terobosan melalui aksi nyata seperti bersih-bersih lingkungan bersama masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian alam Bali melalui program Jaga Alam Bali (JALA Bali).
“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari menjaga marwah lembaga. Melalui Panja JAGA, kita tidak hanya menjaga suara pemilih, tetapi juga menjaga lingkungan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agus berharap gerakan tersebut mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk semakin peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan JALA Bawaslu Bali, Bawaslu menegaskan komitmennya tidak hanya dalam pengawasan demokrasi, tetapi juga dalam menjalankan tanggung jawab sosial kelembagaan melalui aksi nyata menjaga alam dan lingkungan Bali.
Humas Bawaslu Klungkung