Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Tebar Kepedulian, Suntik Semangat Anak Panti di Klungkung Raih Mimpi

1

Semarapura, Bawaslu Klungkung - Sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian sosial, Bawaslu Provinsi Bali bersama Bawaslu Kabupaten Klungkung menggelar aksi peduli sosial di Panti Asuhan Semaraputra, Selasa (31/3). Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga menyalakan harapan dan semangat bagi anak-anak panti untuk terus bermimpi dan meraih masa depan.

Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas anugerah Tuhan Yang Maha Esa sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Anggota Bawaslu Provinsi Bali, Gede Sutrawan, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan sumbangan dari keluarga besar Bawaslu Bali dan Klungkung. Ia juga memotivasi anak-anak panti agar tidak membatasi cita-cita hanya pada profesi tertentu. Menurutnya, melalui sistem demokrasi dan pemilu, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin.

“Jangan berkecil hati. Teruslah berlatih dan berusaha, karena di luar sana masih banyak peluang yang bisa diraih,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Anggota Bawaslu Provinsi Bali, I Nyoman Gede Putra Wiratma. Ia berharap anak-anak panti tetap ceria, semangat, dan tidak berhenti berdoa agar cita-cita yang diimpikan dapat tercapai.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Klungkung, I Komang Supardika, menegaskan bahwa demokrasi bukan hanya milik kalangan elit, melainkan milik seluruh rakyat. Ia mendorong anak-anak panti untuk tidak hanya menjadi pemilih di masa depan, tetapi juga berani bermimpi menjadi pemimpin.

Ia juga mengajak untuk meneladani Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang dikenal memiliki visi, kemampuan, semangat, serta cita-cita besar dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi.

Pengelola Panti Asuhan Semaraputra, Kadek Sukarya, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya mengasuh 31 anak dengan berbagai latar belakang, meliputi penyandang disabilitas, yatim piatu, korban kekerasan, dan anak terlantar. Panti asuhan yang berdiri sejak tahun 1983 tersebut menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan dana operasional dan minimnya donatur tetap, khususnya sejak masa pandemi COVID-19.

Untuk mendukung kemandirian, panti asuhan juga mengembangkan berbagai kegiatan produktif, seperti beternak, berkebun, budidaya tanaman hias, serta pengelolaan kolam ikan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri.

Kadek Sukarya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta bantuan dari Bawaslu Bali dan Klungkung. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi anugerah sekaligus penyemangat bagi anak-anak panti untuk terus melangkah meraih masa depan yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan demokrasi, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang peduli, menginspirasi, dan mendorong tumbuhnya generasi masa depan yang tangguh dan penuh harapan.

Humas Bawaslu Klungkung

Tag
Berita