Lompat ke isi utama

Berita

Dharma Menguatkan Integritas, Bawaslu Klungkung Wujudkan ASN Berjiwa Melayani

1

Semarapura, Bawaslu Klungkung - Di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat, tantangan terbesar bagi aparatur sipil negara (ASN) bukan hanya menjaga profesionalisme, tetapi juga mempertahankan integritas. Bagi Bawaslu Kabupaten Klungkung, integritas yang kokoh tidak semata lahir dari sistem pengawasan, melainkan berawal dari kesadaran diri yang berlandaskan dharma.

Semangat inilah yang diperkuat melalui Dharma Wacana bertema “Yadnya Seorang ASN: Dari Kewajiban Menjadi Persembahan” yang diselenggarakan Ikatan Hindu Dharma (IHD) Kementerian Dalam Negeri bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Kamis (23/7).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom tersebut diikuti oleh staf Bawaslu Kabupaten Klungkung bersama jajaran kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta BUMN dan BUMD. Dharma wacana bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan mental dan spiritual, mempererat tali persaudaraan dalam semangat Vasudhaiva Kutumbakam, sekaligus memperkuat nilai-nilai dharma sebagai landasan pengabdian ASN kepada masyarakat.

Kegiatan diawali dengan keynote speech Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Sang Made Mahendra Jaya, yang menekankan bahwa perubahan zaman menuntut birokrasi tidak hanya adaptif, tetapi juga memiliki integritas yang kuat.

Menurutnya, membangun birokrasi yang bersih memang memerlukan sistem pengawasan, audit, pengendalian intern, manajemen risiko, serta tata kelola pemerintahan yang baik. Namun, seluruh instrumen tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa pengawasan yang tumbuh dari dalam diri setiap aparatur.

"Pengawasan yang paling efektif bukanlah pengawasan yang datang dari luar, melainkan pengawasan yang tumbuh dari dalam diri. Dalam ajaran Hindu, hati nurani dibimbing oleh dharma," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ASN perlu menjadikan Dharma, Tri Kaya Parisudha, dan Loka Sangraha sebagai tiga nilai luhur dalam menjalankan tugas. Nilai-nilai tersebut mengajarkan bahwa setiap pekerjaan dilakukan demi kesejahteraan masyarakat, dengan menjaga kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Sang Made Mahendra Jaya juga menegaskan bahwa menjadi ASN merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi Guru Wisesa, sehingga pengabdian kepada negara sesungguhnya adalah jalan pengabdian kepada Tuhan.

"Integritas sejati lahir dari kesadaran dharma, bukan semata-mata karena takut diawasi. Dharma menjadi kompas, sedangkan pengabdian adalah tujuan," tegasnya.

Sementara itu, Jro Mangku Putu Saputra dalam Dharma Wacananya mengajak peserta memaknai jabatan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Ia menjelaskan bahwa setiap wewenang selalu melekat dengan tanggung jawab, sehingga ASN harus menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.

Melalui materi mengenai "Yadnya Seorang ASN: Dari Kewajiban Menjadi Persembahan", peserta diajak memahami konsep yadnya sebagai prinsip hidup, mengaitkan dharma dengan ilmu pengetahuan dan pelayanan publik, serta mengimplementasikan nilai-nilai Panca Yadnya dalam lingkungan kerja.

Ia menekankan bahwa seorang ASN memiliki swadharma untuk melayani, bukan dilayani. Oleh karena itu, pekerjaan tidak hanya dijalankan karena kewajiban administratif atau dorongan eksternal, tetapi dimaknai sebagai persembahan tulus melalui semangat Karma Yoga.

Melalui keikutsertaan dalam Dharma Wacana ini, Bawaslu Kabupaten Klungkung terus memperkuat pembinaan karakter dan integritas sumber daya manusia sebagai fondasi dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Penguatan nilai-nilai dharma diharapkan mampu menjadi pengingat bahwa setiap tugas dan tanggung jawab yang dijalankan ASN merupakan bagian dari pengabdian yang bermakna bagi bangsa dan negara.

Humas Bawaslu Klungkung

Tag
Berita