Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Klungkung Gelar Roadshow MPLS di SMA Negeri 1 Dawan

1

Semarapura, Bawaslu Klungkung – Demokrasi yang kuat tidak lahir secara instan saat hari pemungutan suara, melainkan dibangun melalui pendidikan karakter, kesadaran hukum, dan literasi demokrasi sejak usia sekolah. Berangkat dari semangat tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi di luar tahapan Pemilu bersama SMA Negeri 1 Dawan, Selasa (14 Juli 2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan Roadshow MPLS 2026 sebagai langkah strategis memperluas jejaring pengawasan partisipatif melalui dunia pendidikan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan konsolidasi demokrasi yang terus didorong Bawaslu Republik Indonesia dalam rangka memperkuat pendidikan demokrasi di luar tahapan Pemilu. Melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan, Bawaslu Kabupaten Klungkung berupaya membangun budaya demokrasi yang sehat, kritis, dan berintegritas di kalangan generasi muda.

Konsolidasi dipimpin Ketua Bawaslu Kabupaten Klungkung, I Komang Supardika, didampingi Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih dan Ida Ayu Ari Widhiyanthy, serta diterima Kepala SMA Negeri 1 Dawan, I Ketut Langkir, bersama jajaran wakil kepala sekolah. Pertemuan tersebut memperkuat sinergi Bawaslu dengan dunia pendidikan yang ditindaklanjuti melalui Roadshow MPLS 2026 kepada 164 siswa baru. Dalam kegiatan tersebut, siswa memperoleh edukasi mengenai tugas dan fungsi Bawaslu, pengawasan partisipatif, bahaya politik uang, pencegahan hoaks, serta pentingnya mempersiapkan diri sebagai pemilih pemula yang berintegritas melalui perekaman KTP elektronik.

Ketua Bawaslu Kabupaten Klungkung, I Komang Supardika, menegaskan bahwa pendidikan demokrasi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas demokrasi Indonesia.

"Sekolah merupakan tempat yang sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, integritas, dan tanggung jawab kepada generasi muda. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap siswa tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi agen pengawas partisipatif di lingkungan sekitarnya serta berani menolak politik uang," tegasnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih, menegaskan bahwa penguatan demokrasi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia pendidikan sebagai ruang strategis pembentukan karakter generasi muda.

"Konsolidasi demokrasi tidak bisa hanya dilakukan oleh Bawaslu sendiri. Dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, kritis, dan sadar demokrasi. Ke depan, kami ingin menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini sehingga lahir generasi yang tidak hanya menjadi pemilih cerdas, tetapi juga pengawas partisipatif," ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala SMA Negeri 1 Dawan, I Ketut Langkir, menyampaikan apresiasi atas komitmen Bawaslu Kabupaten Klungkung dalam membangun kolaborasi dengan lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan nilai-nilai kebangsaan.

"Kami menyambut baik sinergi ini karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik. Melalui pendidikan demokrasi sejak dini, siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang kritis, bertanggung jawab, serta memiliki integritas dalam kehidupan bermasyarakat maupun saat menjadi pemilih di masa mendatang," ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Kabupaten Klungkung berharap sinergi dengan dunia pendidikan terus diperkuat sebagai fondasi membangun budaya demokrasi yang sehat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sadar demokrasi, aktif dalam pengawasan partisipatif, berani menolak politik uang, serta turut menjaga Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas di masa mendatang.

Humas Bawaslu Klungkung

Tag
Berita