Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Netralitas dan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Klungkung Sinergi dengan Persit

1

SEMARAPURA, BAWASLU KLUNGKUNG —Demokrasi yang sehat membutuhkan aparatur yang netral, masyarakat yang cerdas, serta keberanian bersama untuk menolak politik uang, hoaks, dan segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai kedaulatan rakyat.

Berangkat dari semangat tersebut, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Klungkung terus memperkuat pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif melalui kegiatan sosialisasi bersama Pengurus dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIII Kodim 1610/Klungkung yang digelar di Aula Kodim 1610/Klungkung, Rabu (26/8).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Klungkung dalam membangun kesadaran demokrasi sekaligus memperluas peran masyarakat sebagai pengawas partisipatif. Persit Kartika Chandra Kirana Klungkung diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarkan nilai-nilai demokrasi yang bersih dan berintegritas di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Sosialisasi disampaikan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Ida Ayu Ari Widhiyanthy dan Sang Ayu Mudiasih, dengan diikuti oleh Pengurus dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXIII Kodim 1610/Klungkung.

Dalam pemaparannya, Ida Ayu Ari Widhiyanthy menekankan pentingnya menjaga netralitas aparatur dalam kehidupan demokrasi. Netralitas menjadi prinsip penting agar aparatur tetap profesional, tidak terpengaruh kepentingan politik praktis, serta mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi dan pelayanan publik.

Ia juga menjelaskan berbagai ketentuan dalam tahapan kampanye, termasuk hal-hal yang diperbolehkan maupun dilarang dilakukan. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai masa tenang yang menjadi salah satu tahapan penting dan membutuhkan perhatian bersama agar tidak terjadi pelanggaran.

Dalam kesempatan tersebut, Ida Ayu Ari Widhiyanthy turut menjelaskan tiga lembaga penyelenggara Pemilu di Indonesia, yakni KPU yang bertugas melaksanakan tahapan Pemilu secara teknis, Bawaslu yang melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan Pemilu, serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang bertugas menegakkan kode etik penyelenggara Pemilu.

Selain netralitas, peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga marwah institusi TNI. Sebagai organisasi yang berada di lingkungan keluarga prajurit, anggota Persit diharapkan dapat memahami batasan-batasan dalam kehidupan demokrasi sekaligus tetap menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Anggota Bawaslu Kabupaten Klungkung, Sang Ayu Mudiasih, menegaskan bahwa ibu-ibu Persit memiliki posisi penting dalam membangun kesadaran demokrasi di tengah masyarakat.

“Demokrasi yang sehat dimulai dari aparatur yang netral dan pemilih yang cerdas,” ujar Sang Ayu.

Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak politik, termasuk hak untuk memilih. Karena itu, masyarakat juga perlu memastikan telah memiliki identitas kependudukan yang sah sebagai bagian penting dalam pemenuhan hak administrasi dan hak politik.

Sang Ayu juga mengajak seluruh peserta untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Selain menjadi pemilih yang cerdas, anggota Persit juga diharapkan dapat mengambil peran sebagai agen pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui edukasi mengenai bahaya politik uang, menangkal penyebaran hoaks dan isu SARA, serta meningkatkan keberanian masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu.

“Pengawasan Pemilu bukan hanya tugas Bawaslu. Kami membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga demokrasi,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, Bawaslu Kabupaten Klungkung turut memperkenalkan akses informasi publik melalui barcode Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Bawaslu Kabupaten Klungkung. Langkah tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai tugas, fungsi, regulasi, dan keberadaan Bawaslu.

Melalui sinergi bersama Persit Kartika Chandra Kirana, Bawaslu Kabupaten Klungkung berharap semangat netralitas dan pengawasan partisipatif terus tumbuh di seluruh lapisan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem demokrasi yang bersih, sehat, dan berintegritas, sekaligus membangun masyarakat yang tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga aktif menjaga setiap proses demokrasi di Kabupaten Klungkung.

Humas Bawaslu Klungkung

Tag
Berita