Lompat ke isi utama

Berita

Demokrasi Dikawal Bersama, Bawaslu Klungkung Ikuti Kick Off P2P Nasional

1

Semarapura, Bawaslu Klungkung - Semangat pengawasan partisipatif kembali digaungkan. Di tengah persiapan menuju tahapan Pemilu 2029, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI resmi memulai Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) melalui kegiatan kick off nasional yang dipusatkan di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (12/5). Kegiatan ini diikuti secara daring oleh jajaran Bawaslu se-Indonesia, termasuk Bawaslu Kabupaten Klungkung.

Dari Kabupaten Klungkung, kegiatan diikuti Ketua Bawaslu Kabupaten Klungkung I Komang Supardika bersama Anggota Bawaslu Sang Ayu Mudiasih dan Ida Ayu Ari Widhiyanthy melalui Zoom Meeting. Sementara peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Kabupaten Klungkung mengikuti kegiatan melalui kanal YouTube.

Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty mengapresiasi penyelenggaraan kick off P2P di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, terdapat sejumlah alasan Kabupaten Tangerang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kick off nasional tersebut.

Pertama, koordinasi antarlembaga di Kabupaten Tangerang dinilai telah berjalan baik sehingga mendukung kerja pengawasan pemilu secara maksimal. Selain itu, mitigasi konflik kepemiluan juga berjalan efektif. Menurut Lolly, ketika muncul informasi simpang siur terkait pemilu, pemerintah daerah dan penyelenggara pemilu dapat segera memberikan penjelasan kepada publik.

“Kader pengawas partisipatif bukan dibentuk dengan cara instan. Demokrasi yang baik dimulai hari ini. Demokrasi menjadi mandat yang harus dikawal semua pihak. Semuanya harus berkolaborasi,” ujar Lolly.

Kedua, Kabupaten Tangerang memiliki indeks kerawanan pemilu yang tinggi. Namun, berkat kolaborasi berbagai pihak, potensi kerawanan tersebut dapat diminimalisasi dengan baik. Karena itu, Kabupaten Tangerang dipandang tepat menjadi lokasi kick off Pendidikan Pengawas Partisipatif nasional.

Ketiga, Lolly menilai kualitas sumber daya manusia di Bawaslu Kabupaten Tangerang cukup baik. Ia menyebut terdapat empat karakter penting yang harus dimiliki pengawas pemilu, yakni logis, kritis, berani, dan berdampak.

“Logis berarti memahami aturan main dan tidak membuat kerja pengawasan dianggap hanya mencari perkara. Kritis artinya rajin membaca, menulis, dan bertanya. Berani adalah menyuarakan apa yang dipikirkan dan ditemukan. Sementara berdampak berarti kehadiran pengawas pemilu harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan kick off turut dihadiri Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Kepala Biro Fasilitasi Pengawasan Pemilu Bawaslu RI Eliazar Barus, jajaran Bawaslu Provinsi Banten, dan Bawaslu Kabupaten Tangerang. Secara daring, kegiatan juga diikuti Bawaslu dan peserta P2P dari seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, Bawaslu saat ini telah memiliki sekitar 30 ribu kader pengawas partisipatif yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan pemilu berbasis masyarakat.

Humas Bawaslu Klungkung

Tag
Berita